Seorang Pedagang Asongan

Beberapa hari lalu, teman saya pergi ke luar kota. Saat pulang, bertiga dengan temannya berencana naik kereta api. Tiket pun sudah dipesan. Namun karena suatu hal, setelah sampai di stasiun, mereka membatalkan naik kereta api dan memutuskan naik bis.

Karena tiket sudah dibeli dan malas harus antri di loket untuk mengembalikan tiket, teman saya meminta tolong kepada seorang pedagang asongan untuk menjualkan 3 tiket tersebut. Teman saya hanya minta setengah dari harga tiket, sehingga selebihnya bisa menjadi milik pedagang asong tersebut.

Ternyata pedagang asongan tersebut tidak menjual kepada orang lain, tetapi mengembalikan tiket ke loket dan hanya mendapatkan potongan biaya yang sangat kecil. Masih dibawah 10% dari harga tiket sebenarnya. Pedagang asongan tersebut kembali dan mengembalikan 90% dari harga tiket.

Sementara teman saya dan teman-temannya sudah janji cukup mendapatkan 50% saja. Tetapi pedagang asongan tersebut bersikukuh untuk mengembalikan 90%. Katanya dia merasa terlalu besar mendapatkan uang sebanyak 40% tersebut.

Teman saya bercerita kepada saya sambil menutupnya dengan sebuah komentar,

"Ternyata masih ada orang yang seperti itu."

0 komentar: